Jujur, beberapa hari belakangan, saya merasa berada pada titik puncak, di mana saya merasa bingung, bimbang, iri, kecewa, minder, egois, blank,dan hal-hal semacam itu. Tetapi tadi sore, saya merasa sangat dihiburkan dan dikuatkan.
Sejak awal, WL mengatakan bahwa kita akan merasakan cinta kasih sepanjang ibadah, rasanya selaput-selaput yang menghalangi sukacita saya seperti rontok. Saya merasa bersalah, menyesal. Kemudian saya berdamai dengan Tuhan, dan saya menikmati hadiratNya.
Pujian yang dinaikkan pun juga serasa memberikan semangat, peneguhan, dan kekuatan. Dan pada pemberitaan firman pun, firman itu sangat menguatkan saya.
Yang masih terus terngiang dalam telinga saya adalah, bahwa Tuhan menginginkan saya, Tuhan menyayangi saya, Tuhan ga pilih kasih. Kata-kata itu seolah menjadi jawaban atas pertanyaan, sekaligus wadulan saya (mungkin hampir bisa dibilang protes) yang saya ajukan beberapa malam ini. Dan saya sangat bersukacita mendengar perkataan itu.
Sekalipun jalan Tuhan itu ga terlihat jelas, tapi percaya saja, tuhan tahu yang terbaik. Ilustrasinya adalah orang tua yang mengimunisasikan anaknya (disuntik). Orang tua tahu kalau disuntik itu sakit rasanya, tapi orang tua membiarkan anaknya menangis kesakitan dulu, karena orang tua tahu kalau itu demi kebaikan anaknya. Begitupun kita. Ada kalanya Tuhan ijinkan kita merasa kesakitan dalam hidup ini, tapi Tuhan ijinka itu karena DIA tahu, kalau itu juga demi kebaikan kita.
Nah, saudara-saudara... jalan Tuhan itu memang tak terselami. Karena itu, jangan hanya berfokus pada jalan yang pengen kita tahu, atau dengan kata lain jangan hanya minta karya2nya Tuhan. The important thing is 'milikilah hubungan yang dekat dengan Tuhan' atau dengan kata lain, berfokuslah dalam pengenalan pribadi Kristus itu sendiri.
GBU :)