Jumat, 31 Agustus 2012

Semester 7 feat. Motivasi


Semester ini terasa seperti semester di mana saya terbangun dari tidur saya. Karena, setelah libur selama beberapa bulan (sekitar 4 bulanan) saya harus kembali kepada kehidupan nyata saya sebagai seorang mahasiswa.
Yach…dan SIASAT pun membayang didepan mata. Satu malam sebelum SIASAt berlangsung, saya baru tahu kalau ada kebijakan baru, di mana system yang tadinya semester akan diubah menjadi trimester, dank arena itu maka beban SKS yang diberikan pun menyusut. Ketakutan menghantui saya dan teman-teman.
Singkat cerita, kebijakan tersebut tidak (atau mungkin belum) dijalankan. Kami kembali pada system yang lama, yaitu semester. Karena kelas yang disediakan sedikit, banyak di antara kami yang mendapat sedikit kelas pada saat SIASAT, dan pada adjustment pun masih kekurangan kelas, termasuk saya. Pada adjustment yang kedua, saya melakukan hal kurang bijak, sehingga saya hanya mempunyai 14 SKS dari 18 SKS yang sesuai flowchart. Malamnya saya mendapat tambahan 1 matakuliah, jadi 16. Saya mencoba minta 1 kelas yang sebenarnya justru menjadi prioritas saya saat siasat, yaitu Proposal.
Saya mendapat masukan dari dosen kepala progdi untuk mempertimbangkan permintaan saya tersebut. Tetapi saya tetap mencari hingga akhirnya mendapat memo yang saya butuhkan. Tiket sudah di tangan, saya menghubungi pihak yang berwenang kembali, dan masih dengan pertimbangan. Sampai akhirnya, sore itu saya datang dan mendapatkan kelas tersebut.
Ketakutan saya yang baru adalah: mampukah saya? Haruskah ada 1 mata kuliah yang saya lepaskan? Tetapi saya mendapat dukungan dari teman-teman saya untuk tetap berjuang. Hal-hal yang masih terngiang di benak saya:

  •  Itu kan sesuai flowchart, kalau yang lain bisa, kenapa kamu enggak?

  • Itu kamu mendapat kesempatan, ambillah kesempatan yang kamu punya, jangan disia-siakan.

  • (*kalau yang ini sebelum mengambil proposal) Ayo Na, kamu pasti bisa. Kalau di drama aja kamu bisa, apalagi di kehidupan nyata.

  • Ayo, jangan takut Na, kan perang dimulai. Jangan takut sebelum berperang.


Dan ada beberapa yang lain juga. Dari situ saya menemukan bahwa untuk bisa mensupport dan memberi semangat itu tak perlu mencari motivator-motivator ternama. Tak perlu sibuk mencari-cari buku tentang motivasi. Karena teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita sesungguhnya adalah motivator-motivator yang hebat!
Dan malam pada adjustment terakhir pun saya tertidur setelah lelah pulang malam. Jadi saya hadapi 18 SKS ini dengan percaya bahwa Tuhan ijinkan saya ambil 18 SKS ini. Keesokan harinya (hari saat saya menusil tulisan ini), saya mengikuti doa persiapan untuk Welcoming Service di kapel.
Di situ saya mendapat 1 ayat yang sangat memotivasi saya, yaitu:
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmatdalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkhotbah 9:10)
Baiklah, 18 SKS dan beberapa murid les ada di tangan saya untuk dikerjakan. Maka saya akan mengerjakan itu sekuat tenaga, selagi saya masih hidup.
Bagi banyak orang, masa muda adalah masa di mana kita memuaskan diri untuk bersenang-senang. Memang itu tidak sepenuhnya salah, tetapi bukan hanya serta merta bersenang-senang, toh itu tidak perlu berlebihan. Karena senang itu akan timbil juga ketika saya bisa melakukan sesuatu dan berkarya, maka saya mau melakukan apa yang saya bisa, berkarya, selagi saya masih muda.
Tuhan memberkati ^_^